Cerita Hannah Al Rashid saat jadi korban pelecehan 'bule hunter'

Cerita Hannah Al Rashid saat jadi korban pelecehan 'bule hunter'

Cerita Hannah Al Rashid saat jadi korban pelecehan 'bule hunter'

mp3-file-renamer.com - Kasus pelecehan seksual terhadap turis wanita di Labuan Bajo sempat menyita perhatian publik. Warga geram dengan tindakan pelaku karena selain biadab, juga bisa mencoreng citra Indonesia.

Kasus pelecehan terhadap bule bukan sekali ini terjadi. Aktris Hannah Al Rashid mengunggah screen capture dari pengguna Instagram yang geram dengan pelecehan yang menimpa wanita asal Polandia. Bagi Hannah Al Rashid, pelecehan yang menimpa bule tersebut begitu memprihatinkan.

Banyak orang asing yang datang ke Indonesia mengalami pelecehan. Pelaku pelecehan sendiri dilakukan masyarakat Indonesia. Kasus tersebut mengingatkannya pada kejadian yang menimpanya beberapa tahun lalu. Ia menjadi korban dari sosok yang dijuluki bule hunter.

Melalui cuitannya di Twitter, Hannah Al Rashid pun bercerita tentang pengalamannya tentang bule hunter. Hannah pernah mengalami pengalaman buruk ini pada tahun 2006.

1. Kejadian bermula saat Hannah berkuliah 1 semester di UGM. Ia bersama mahasiswa asing melakukan masa orientasi di Fakultas Ilmu Budaya.

August 2006 gw sempat kuliah untuk 1 semester di UGM sama puluhan foreign students lainnya di fakultas ilmu budaya. Waktu orientation week, ada beberapa foreign students dari angkatan sebelumnya yang kasi warning soal seorang "bule hunter" di campus.

— Hannah Al Rashid (@HannahAlrashid) July 25, 2018

 

2. Hannah dan teman-temannya telah diperingkatkan kepada kakak angkatan untuk mewaspadai bule hunter. Sosok tersebut disebut kerap menggoda mahasiswi bule hingga mencuri uang.

Katanya si "bule hunter" suka godain mahasiswi bule dan sampai ada yang dipacarin terus dicuri uang mereka, sampai ada juga mahasiswi bule yang laptopnya dicuri

— Hannah Al Rashid (@HannahAlrashid) July 25, 2018

 

3. Hannah tak tinggal diam saat menjadi korban bule hunter.

Sebagai anak London yang selalu diajarkan untuk not take BS seperti itu dari lelaki, setiap hari gw mesti membela diri dari those guys. Usually gw galakin balik, and I noticed these guys in Jogja setelah digituin, usually nunduk malu and diem...

— Hannah Al Rashid (@HannahAlrashid) July 25, 2018

 

4. Saat di kantin, Hannah jadi korban catcalling bule hunter.

So balik lagi ke si "bule hunter". Suatu hari, gw lagi di kantin, duduk sama teman dan beberapa meja di depan gw, ada cowok yang fits his description looking at me with a really sinister look. He kept smirking and licking his lips, kedip2 lalu ketawa2 sama teman dia..

— Hannah Al Rashid (@HannahAlrashid) July 25, 2018

 

5. Merasa geram dengan si bule hunter, Hannah bertindak.

Because I dont take that BS dan mungkin karena ini udah akumulasi tiap hari menjadi korban cat calling, dan karena tentunya I heard about his reputation, gw berdiri dan teriak ke arah dia biar semua orang dengar dan dia malu...

— Hannah Al Rashid (@HannahAlrashid) July 25, 2018

 

6. "Oh si bule hunter ya? Sini aja klo mau kenalan ama cewe bule, jangan kedip2 dari jauh aja!" kata Hannah kepada si bule hunter.

"Oh si bule hunter ya? Sini aja klo mau kenalan ama cewe bule, jangan kedip2 dari jauh aja!" Everyone went quiet...dan what did he do? Nunduk malu dan diem. After that I never saw him on campus again ??

— Hannah Al Rashid (@HannahAlrashid) July 25, 2018

 

7. Bagi Hannah melawan pelaku pelecehan harus dilakukan oleh wanita.

Sometimes its enough as confronting si pelaku, but what us women really need is for high level people working where harassment takes place, for example my old campus and the owners of the bus company from the photos I shared, to take harassment seriously and go after these men.

— Hannah Al Rashid (@HannahAlrashid) July 25, 2018

 

8. Dalam hal ini, Hannah menilai banyak orang masih menyalahkan pihak wanita terkait kasus pelecehan.

What we need are safe spaces to talk about harassment, and to report harassment, without feeling that as women WE are going to be blamed for the harassment or violence that happens to us

— Hannah Al Rashid (@HannahAlrashid) July 25, 2018

 

9. Hannah menganggap wanita korban pelecehan tak memiliki tempat untuk melaporkan pelecehan yang dialaminya.

Because more often than not, us women dont have a place to go when we experience harassment or violence, or atleast not a place that will take us seriously and not victim blame us. So what do we do? We warn eachother like the older girls at UGM did to me using orientation.

— Hannah Al Rashid (@HannahAlrashid) July 25, 2018

 

10. Di sisi lain, Hannah juga mengungkapkan masih banyak ditemukan pelecehan di dunia hiburan.

That warning system is what victims of Harvey Weinstein did, heck, di industri kita aja, gw udah pernah dikasi warning atau warning perempuan lain tentang crew/pemain cowok yang genit...but internal warnings arent enough..

— Hannah Al Rashid (@HannahAlrashid) July 25, 2018

 

11. Hannah berpesan kepada laki-laki untuk berhenti melakukan pelecehan. Nggak cuma itu, Hannah ingin laki-laki tak menyalahkan korban namun membelanya.

If youre a man, selain stop harassing women, please stand up for victims and call out your boys when they are catcalling or being inappropriate to women in the street or anywhere in fact. We need you boys on our side. Its tiring fighting this battle alone

— Hannah Al Rashid (@HannahAlrashid) July 25, 2018

 

12. Hannah ingin semua orang melawan tindak pelecehan yang terjadi.

Kepada semua followers lelaki gw, berpihak lah kepada perempuan dan korban pelecehan/kekerasan. Dont roll your eyes at us, dont victim blaming us. Help us fight this very serious issue in our country. #stopviolenceagainstwomen ????? pic.twitter.com/vtwBnH29uN

— Hannah Al Rashid (@HannahAlrashid) July 25, 2018